Masjidil Aqsa Jerussalem Palestina

Fakta Masjidi Aqsa atau sering Orang Menyebutnya Baitul Maqdis sangatlah akrab bagi umat Islam. Masjid ini terletak di Yerusalem Palestina ini atau Wilayah Kependudukan Israel merupakan masjid tersuci ke tiga bagi kaum muslim, setelah Masjidil Haram di Mekah Arab Saudi dan Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi .

Masjidil Aqsa Merupakan Destinasi Para Umrah Backpacker di Tahun 2016 untuk Mengunjungi dan Berziarah Ke Para Makam Nabi di Palestina

Jerusalem dalam bahasa Yahudi (Hebrew) Yerushaláyim, juga dulu ada yg menyebut Tsiyown atau Zion, atau dalam masa Romawi disebut Ilya atau Aelia Capitolina, kemudian dalam bahasa Arab dikenal juga sebagai: al-Quds atau Baitul Maqdis [al-Sharif], "The Holy Sanctuary" merupakan kota tua penuh dengan cerita sejarah kontroversi dari sejak zaman purba hingga kini yang melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu: Islam, Yahudi dan Nasrani. Kontroversi ini berpusat pada satu titik di dalam kota Jerusalem yaitu: Kubah As Sakra atau Dome of Rock di dalam kawasan Masjidil Aqsa, yang mana di dalamnya terdapat batu besar.

Sebagian besar umat Islam juga sudah mahfum masjid ini pernah menjadi kiblat pertama salat. Posisinya baru digantikan Kabah di Masjidil Haram pada bulan ke-17 setelah Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.

Kisah yang paling terkenal dari masjid ini mungkin soal isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad pada tahun 620. Masjidil Aqsa disebut menjadi perjalanan akhir isra Nabi dari Masjidil Haram. Dari tempat ini pula Nabi Muhammad memulai perjalanan ke Sidrat Al Muntaha atau langit lapis ke tujuh.

Pada saat malam Isra’ dan Mi’raj itu pula, masjid yang juga disebut dengan nama Baitul Maqdis ini diyakini menjadi tempat Nabi Muhammad salat, sebagai imam berjamaah bersama 25 rasul dan lebih dari 160.000 nabi.

Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang. Pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra' Mi'raj dalam Al-Qur'an (Surah Al-Isra' ayat 1) meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif

Masjidil Aqsa juga terkenal karena berdiri di atas kompleks suci tiga agama, Islam, Nasrani dan Yahudi. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah berada di bawah kekuasaan kekuatan besar, mulai Romawi, Bizantium, hingga Islam.

Masjidil Aqsa memang sangat lekat dengan umat Islam. Meski demikian, ada sejumlah fakta yang belum jamak diketahui tentang masjid yang dimuliakan ini.

8 Fakta Yang Harus Anda Tahu Tentang Masjidil Aqsa
1. Masjidil Aqsa Milik Kependudukan Israel
Tidak Dipungkiri Lagi untuk Masuk Wilayah Al Aqsa Masyarakat Dunia Khususnya Masyarakat Indonesia Harus Melalui Perbatasan Israel dan Yordania di Jembatan King Husein, Pemeriksaan Sangat Ketat di Border Yang Penuh Senjata Api, Dilarang Untuk Mengabadikan Foto Saat di Border Sama Seperti Anda Berada di Singapore. Untuk Cap Israel di Passport Sebaiknya Anda Jangan Sertakan di Halaman Passport Anda Yang Suci, Karena Sekali Tertempel Anda Akan di Tolak Masuk di Negara-Negara Timur Tengah Terutama Saudi Arabia.


2. Masjid Aqsa dan Masjid Kubah Emas
  
Nama Al Aqsa mulanya digunakan untuk menyebut situs yang terletak di Palestina Bagian timur ini. Padahal, Masjidil Aqsa bukanlah satu-satunya masjid di situs itu. Untuk mencegah kebingungan, kompleks bersejarah itu disebut dengan nama Al Haram Asyarif alias tanah suci yang mulia.



Gambar Di Aats foto udara wilayah Haram Al Syarif yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan latar belakang wilayah Kota Tua Yerusalem. Masjid Kubah Emas terlihat mencolok di tengah wilayah tersebut. Ada satu lagi bangunan berkubah yang berada pada sisi kanan bawah. Itulah bangunan Masjid Al Aqsha.

Masjidil Aqsa memang bukan satu-satunya masjid di kompleks ini. Masjid-masjid itu juga lekat dengan sejarah Islam. Selain Masjidil Aqsa ada pula Masjid Qibla, Masjid Al Sakhra alias Dome of the Rock, Masjid Buraq, Masjid Marwani, dan lainnya.

Kekeliruan paling umum terjadi saat melihat gambar Masjid Dome of the Rock. Banyak orang yang mengangap masjid inilah yang merupakan Masjidil Aqsa. Padahal antara Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock itu beda sama sekali.

Dome of the Rock memiliki kubah kuning keemasan. Konon kubah ini memang dilapisi emas. Masjid ini juga menjadi salah satu ikon Yerusalem. Banyak orang yang menganggap bangunan inilah Masjidil Aqsa. Bahkan, saat melakukan penelusuran Masjidil Aqsa melalui Google, gambar yang dominan muncul adalah gambar Masjid Al Sakhra dengan kubah kemilaunya.

Masjidil Aqsa terletak di sebelah selatan Masjid Al Sakhra. Panjang bangunan sekitar 83 meter. Lebar 56 meter. Sekitar 5.000 orang mampu ditampung masjid ini. Jika ditambah dengan daerah sekeliling, luasnya sekitar 144.000 meter persegi. Muat untuk 400.000 jamaah.

Kubah Masjidil Aqsa lebih gelap karena terbuat dari timah. Masjidil ini menurut hadis nabi dibangun 40 tahun setelah Kabah .

3. Kota Para Nabi
  
Tak ada catatan pasti berapa nabi yang dimakamkan di tempat ini. Tapi yang jelas, banyak nabi dan sahabat Nabi Muhammad, seperti Salman Farsi, yang dimakamkan di sini.



Nabi Sulaiman menjadi salah satu yang diyakini meninggal di sekitar Masjidil Aqsa. Makamnya diduga kuat berada di sini pula. Gambar di atas diyakini menjadi tempat meninggalnya Nabi Sulaiman.

4. Jadi Tempat Pembuangan Sampah di sekitar Masjid oleh Bangsa Romawi
  
Wilayah Masjidil Aqsa pernah difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah. Itu terjadi saat bangsa Romawi merebut wilayah Yerusalem dan mengusir seluruh orang Yahudi.

Pada tahun 70 masehi, tentara Romawi di bawah Raja Titus menguasai Yerusalem. Bangunan-bangunan suci dihancurkan. Pembasmian (pemberontak) Yahudi oleh bangsa Romawi juga dilakukan pada tahun 117-138.



Peralihan kekuasaan terus terjadi, salah satunya oleh Bizantium. Yerusalem kemudian ditakhlukkan secara damai oleh Khalifah Umar bin Khattab. Saat masuk ke Yerusalem pada 636, Umar membersihkan sampah-sampah dari area Masjidil Aqsa dengan tangannya sendiri.
Umar juga mengakhiri pengasingan bangsa Yahudi. Dia mengundang 70 keluarga Yahudi untuk tinggal di Yerusalem. Bangsa Yahudi yang selama berabad-abad diasingkan diberi hak tinggal.

5. Tempat Pembantaian
  
Saat Tentara Salib pertama kali menguasai Yerusalem, mereka menemukan banyak penduduk muslim berada di dalam Masjidil Aqsa. Tentara Salib mengeksekusi puluhan ribu muslim di tempat ini.



Tentara Salib juga menjadikan Masjid Qibly yang berada di dekat Masjidil Aqsa sebagai istana, Dome of the Rock digunakan untuk kapel, dan ruang bawah tanahnya sebagai kandang kuda.

Penduduk muslim yang selamat dari pembantaian disalibkan pada sebuah salib besar yang ditempatkan di dekat pusat masjid. Salib ini kemudian dirusak oleh Salahuddin Al Ayubi saat menakhlukkan Yerusalem. Pondasi salib itu masih terlihat hingga kini, seperti gambar di atas.

6. Mimbar Legendaris
  
Salah satu pahlawan besar dalam sejahar Islam, Nooruddin Zengi, memiliki mimbar khusus untuk dipasang di Masjidil Aqsa. Mimbar ini tidak hanya indah, tapi itu dibuat tanpa menggunakan paku maupun lem. Namun sayang, sebelum dipasang Masjidil Aqsa dikuasai Tentara Salib. Cita-cita Nooruddin diteruskan muridnya, Salahuddin Ayyubi, yang juga pahlawan besar.



Setelah membebaskan Yerusalem untuk ke dua kalinya dalam sejarah Islam, mimbar itu dipasang. Dikenallah mimbar itu sebagai mimbar Salahuddin Alayyubi.

Mimbar ini masih sebuah karya legenda di kalangan seniman dan pengrajin. Sayangnya, mimbar ini tidak bertahan dan musnah pada 1969.

7. Batu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad 

Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini berada di Yerusalem, Palestina. Batu ini benar-benar ada. Ia berada di wilayah yang sekarang disebut sebagai: Mount Temple atau Gunung Kuil oleh orang Yahudi. Disebut demikian karena mereka mempercayai bahwa Kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di wilayah tersebut. Bahkan sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas batu yang sama. Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau Kawasan Suci dan Mulia.

Batu Ini Hanya Ilustrasi Saja


Sketsa Masjid Kubah Emas di Yerusalem, Palestina.Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin. Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini setelah ia menundukkan Yerusalem. Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjungnya dari terik dan dingin. Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk menyaingi kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di wilayah Yerusalem, seperti Gereja Holy Sepulchre, dan mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan kemegahan agama lain. Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang melingkupi batu tersebut hingga kini

8. Dibakar Orang Gila

Pada 21 Agustus 1969 Masjidil Aqsa dibakar. Mimbar kuno peninggalan Shalahuddin Alayyubi musnah. Palestina dan Israel saling tuding. Namun belakangan diketahui pembakarnya adalah turis Australia, Denis Michael Rohan.



Rohan ditangkap tiga hari berselang. Kepada aparat dia mengaku sengaja membakar Masjidil Aqsa. Dia yakin dengan merusak Masjidil Aqsa dan membangun Bait Suci Yahudi, mesiah penyelamat manusia segera turun. Rohan akhirnya dinyatakan gila, dideportasi, dan meningal dalam perawatan pada 1995.
Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...