Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi

Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi, Masjidil Haram merupakan salah satu masjid di kota Mekkah Saudi Arabia, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi Merupakan Salah Satu Dari 10 Tempat Wisata di Mekkah Arab Saudi Yang Wajib di Kunjungi Bagi Umat Muslim.

Selain menjadi lokasi untuk melakukan ibadah haji dan umrah, Masjidil Haram juga merupakan daya tarik tertentu bagi wisatawan dunia. Masjid yang berada di Kota Mekkah ini dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia dalam mengerjakan ibadah salat. Masjid yang merupakan masjid terbesar di dunia ini tentu saja tidak pernah sepi. Berjuta-juta umat muslim datang ke masjid ini untuk beribadah setiap tahunnya. Menurut sebuah hadits, apabila seorang Muslim melakukan satu kali salat di masjid ini, maka pahalanya setara dengan melakukan 100.000 salat di masjid lain.

Baca Juga Artikel:


Masjidil haram terletak di Makkah, ia adalah sebuah kota di Jazirah Arab 330 meter dari permukaan laut. Sejarah perkembangannya dimulai pada masa Ibrahim al Khalil dan putranya Isma’il –‘alaihimas salam-, di kota tersebut Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dilahirkan, juga menjadi tempat turunnya wahyu pertama kali, dari sanalah cahaya Islam bersinar, di sana juga terdapat Masjidil haram, ia merupakan masjid dibagun pertama kali untuk manusia di muka bumi, 



Imam Besar masjid ini adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang imam yang dikenal dalam membaca Al Qur'an dengan artikulasi yang jelas dan suara yang merdu dan Saykh Shuraim.

Muadzin besar dan paling senior di Masjid Al-Haram adalah Ali Mulla yang suara adzanya sangat terkenal di dunia islam termasuk pada media international

Sejarah Berdirinya Masjidil Haram
Menurut keyakinan umat Islam, Ka'bah atau nama lainnya Bakkah pertama sekali dibangun oleh Nabi Adam. Dan kemudian dilanjutkan pada masa Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya, Nabi Ismail yang meninggikan dasar - dasar Ka'bah, dan sekaligus membangun masjid di sekitar Ka'bah tersebut. Ka'bah kurang lebih terletak di tengah masjidil Haram: tingginya mencapai lima belas hasta; bentuknya kubus batu besar..

Selanjutnya perluasan Masjidil Haram dimulai pada tahun 638 sewaktu khalifah Umar bin Khattab, dengan membeli rumah-rumah di sekeliling Ka'bah dan diruntuhkan untuk tujuan perluasan, dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa khalifah Usman bin Affan sekitar tahun 647 M.

Menurut hadits shahih, satu kali salat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Adapun satu kali salat di Masjidil Aqsha sama dengan 250 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi..

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya/hatinya kearah masjidil haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah al-baqarah ayat 149 dan 150. perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan sholat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.

Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin
Bagi yang pernah menunaikan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci pastinya melakukan thawaf. Adakalanya thawaf yang kita lakukan tersebut di waktu siang hari.

Namun, ada sesuatu yang mengherankan terjadi. Udara panas dan terpaan sinar matahari langsung ke lantai marmer masjid, ternyata tidak menyebabkan lantai masjid tersebut panas. Malahlan lantai marmer tersebut dingin. Aneh bukan?

Kalau kita melihat fasilitas yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi yang diterangkan dalam buku Atlas Haji dan Umrah, salah satunya dengan memasang AC (Air Conditioner) di bawah lantai marner tersebut. Supaya telapak kaki orang yang thawaf di tempat terbuka tersebut tidak kepanasan.

Sami bin Abdullah Al-Maghlouth dalam Atlas Haji dan Umrah menyebutkan, salah satu hasil renovasi bangunan Masjidil Haram Pada masa Raja Fahd, yaitu dibangunnya ruang bawah tanah. 

“Tak hanya itu, lantai bawah tanah juga dilengkapi dengan pengatur udara AC. Pusat mesinnya dibangun di kawasan Ajyad,” kata Sami.

Air dingin dialirkan di lantai bawah tanah berasal dari tempat yang sama. Inilah yang menyebabkan lantai Masjidil Haram tidak terasa panas sekalipun suhu udara yang sangat panas dan terpaan matahari langsung yang menyengat.

Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...