10 Kota Ziarah Nasrani Terbaik di Turki

10 Kota Ziarah Nasrani Terbaik di Negara Turki Merupakan Kota Peradabaan Islam Terbesar di Dunia. Akan Tetapi Umat Nasrani di Turki Juga Tidak Sedikit. Banyak Pelancong Non Muslim Datang Ke Turki Misalnya dari Indonesia.

Mereka Tidak Saja Belajar Sejarah Nasrani di Turki, Mereka Merasakan Begitu Dekat dengan Sang Maha Pencipta. Baca Juga Informasi 10 Tempat Wisata Favorit di Negara Yordania Berikut Ini 10 Kota Ziarah untuk Orang Nasrani Terbaik di Turki 



1. TARSUS
 
Tarsus adalah sebuah kota yang berjarak 40 km dari Adana. Kota ini merupakan kota terpenting pada zaman Romawi, sebagai kota perdagangan dan juga merupakan ibukota dari propinsi Cicilia sejak tahun 2300 SM. Di Tarsus ini pernah terjadi pertemuan penting antara Cleopatra dan March Antony pada tahun 41 SM, yang diperingati dengan dibangunnya Cleopatra's Gate. Tarsus merupakan kota kelahiran dari St. Paulus (Kis 9:11; 21:39; 22:3) dan merupakan kota tempat St. Paulus kembali setelah ia menjadi Kristen (Kis. 9:30). Di bagian kuno kota ini terdapat sebuah sumur yang dipercaya dahulunya sebagai rumah dari St. Paulus sendiri. Banyak peziarah percaya bahwa air dari sumur tersebut dapat menyembuhkan penyakit. Di tempat ini juga pernah dibangun sebuah gereja untuk mengenang Paulus, yang disebut sebagai St. Paul Church.

2. ANTHIOKHIA
 
Anthiokhia dibangun pada tahun 301 SM oleh Seleukus Nikator. Kota ini diperkirakan sebagai kota terbesar yang diberikan sebagai penghormatan untuk Kaisar Anthiokus dibanding 16 kota anthiokhia lainnya. Sekitar tahun pertama sebelum masehi, Anthiokhia telah menjadi kota besar pada zaman Kekaisaran Romawi dengan jumlah populasi sekitar 500.000 orang. Hanya Kota Roma dan Alexandria yang lebih besar kota ini pada masanya. Pada waktu Bangsa Romawi mengalahkan Syria tahun 64 SM, Anthiokhia ditunjuk sebagai Ibukota Roma di Timur. Bangsa Romawi membangun gedung-gedung indah, tempat berdoa, membuat saluran air serta membangun jalan utama dengan batu marmer. Kota ini dikenal sebagai pusat dari Kristianitas, dan dikota inilah pertama kali orang-orang pengikut Kristus disebut sebagai Kristen (Kis 11 : 26). Ketika komunitas kristen di Anthiokhia semakin berkembang, Barnabas yang merupakan Paman dari St. Markus datang dari Jerusalem menuju Anthiokhia untuk menolong dan memimpin orang-orang Kristen pada masa itu. Ia menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan dan pergi ke Tarsus menemui St. Paulus, temannya dan membawanya ke Anthiokhia, dan ini menjadikan perjalanan misionaris yang ketiga dari St. Paulus. Mereka tinggal bersama selama lebih dari 1 tahun untuk menolong komunitas Kristen dan mengajarkan kabar gembira mengenai Yesus Kristus kepada pengikut baru di kota ini. Komunitas ini adalah komunitas pertama yang anggotanya kebanyakan non Yahudi. Di sini St. Petrus menjadi Uskup yang pertama dan kemudian Santo Ignatius dari Anthiokia, yang pada akhirnya keduanya menjadi martir. Komunitas yang kuat dan sejahtera di Antiokhia memberikan kontribusi secara finansial bagi komunitas di Jerusalem. Di kota ini terdapat St. Peter's Grotto yang merupakan tempat St. Paulus berkotbah dan Iron Gate yang merupakan satu-satunya pintu masuk kota dalam cerita Kitab Suci. Di Anthiokhia sering terjadi gempa bumi, termasuk gempa bumi yang terjadi pada tahun 526 M yang menewaskan hampir 250.000 orang. Sekarang ini Anthiokhia disebut sebagai Antakya, Ibukota dari Propinsi Hatay, di Selatan Turki.

3. LEMBAH GOREME
 
 Lembah Goreme merupakan daerah bagian dari Propinsi Nevsehir di Turki Tengah. Setelah erupsi dari Gunung Erciyes sekitar 2000 tahun lalu, lava berubah menjadi batu lunak di daerah Cappadocia, menutupi daerah sekitar 20.000 km2. Batu lunak tersebut terkikis oleh angin dan air membentuk pilar-pilar seperti layaknya cerobong asap. Orang-orang di Goreme, di jantung dari daerah Cappadocia, menyadari bahwa batu lunak ini dapat dilubangi untuk dijadikan rumah, gereja, dan biara. Lembah Goreme ini juga merupakan tempat berlindung bagi umat Kristani dari pengejaran bangsa Romawi. Begitu banyak gua2 yang dilukis sebagai bukti dari kehadiran umat Kristiani awal pada masa itu.

Sekarang ini di Lembah Goreme dibuka Open Air Museum yang terdiri dari beberapa gereja yang terletak di dalam gua-gua yang menakjubkan. Salah satu gereja tersebut adalah Apple Day Church yang merupakan gereja yang terletak di dalam gua kecil dan dibangun sekitar 1050 M dan telah dipotong menjadi 4 pilar yang tidak beraturan, melambangkan salib Yunani, dan ke-4 pilar tersebut menopang kubah. Gereja tersebut diperbaiki pada tahun 1991, tetapi gambar dindingnya dilepas untuk memperlihatkan lukisan yang ada sebelumnya. Lukisan gereja menggambarkan para santo, para uskup dan martir. Lalu di sebelah kanan dari altar terdapat gambar perjamuan terakhir dengan simbol ikan yang dalam huruf Yunani artinya Yesus Kristus, Putra Allah, Juru Selamat. Nama gereja ini dipercayai berhubungan dengan bola merah yang dipegang oleh tangan kirinya Archangel Michael di kubah atap yang melengkung atau kemungkinan berhubungan dengan pohon apel yang tumbuh di daerah sekitarnya.

Lalu Gereja berikutnya adalah Church of the Buckle yang merupakan gereja terbesar di Goreme. Perbaikan gereja ini selesai pada tahun 1980-an. Pada bagian tengah gereja terdapat lukisan dinding dari abad ke-9 dengan gaya daerah, dan tambahan pada atap yang melengkung terdapat lukisan dinding dari abad ke-11 dengan gaya metropolis. Lukisan dindingnya terdiri dari 12 para rasul, santo-santa dan kehidupan Yesus (963-969 dan berturut-turut abad ke-11). Gereja ini juga mempunyai ruang bawah tanah yang terletak dibawah tengah gereja. The Buckle Church ini memiliki 4 ruang, yaitu : Gereja Tua, Gereja Baru yang lebih besar, bagian Paracclesion dan Gereja Bawah. Gereja Tua dibuat pada abad ke-10 yang merupakan satu bagian tengah gerejanya berbentuk kubah. Tetapi atap yang melengkung itu dirusak ketika ditambah bagian Gereja Baru pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11. Sekarang ini Gereja Tua menjadi pintu masuk dari Gereja Baru. Gereja Tua didekorasi dengan warna pucat yaitu merah dan hijau yang dilukis dalam garis-garis untuk melambangkan Perjanjian Baru dan gambaran beberapa Santa. Bagian dari nila dilukis dengan pigmen dari batu lapis lazuli yang mendominasi Gereja Baru , yaitu Kejadian dari Perjanjian Baru, Mujizat Kristus, Diakon pertama, Kisah kehidupan dari St. Basil (salah satu Bapa Cappadocia), Gambaran dari Leades (salah satu dari 40 martir) dan St. Menas. Gereja Baru dibangun dari dinding sebelah timur dari Gereja Tua dan didekorasi dengan gaya Timur dengan jalan yang melengkung. Gereja Paracclesion terletak di sebelah kiri dari Gereja Baru, dan merupakan kapel yang berbentuk kubah dengan sebuah atap melengkung. Gereja Bawah memiliki 3 lorong dan tempat pemakaman.

Pada abad ke-4 kelompok pelaut kecil mulai mendatangi daerah ini, mengikuti St. Basil dari Caesarea. Mereka melubangi batu lunak tersebut menjadi sebuah gua. Menjelang masa Iconoclastic (725-842) dekorasi dari kebanyakan bagian dari gereja di daerah ini sangat minim, biasanya simbol seperti penggambaran dari salib. Setelah masa itu, gereja-gereja baru telah digali dalam batu-batuan dan gereja-gereja tersebut didekorasi dengan lukisan-lukisan dinding yang penuh dengan warna.

4. PAMUKKALE
 
 Pamukkale memiliki arti “cotton castle” atau kastil kapas yang terletak di Barat Daya Turkey di Propinsi Denizli. Pamukkale berlokasi di daerah bagian dalam Aegean Turki, di Lembah sungai Menderes, dimana terdapat suhu iklim yang baik sepanjang tahun. Di sini juga terdapat mata air panas yang mengalir ke kolam-kolam yang terbentuk dari calcium karbonat yang telah mengeras karena proses alam. Sekarang ini Pamukkale menjadi tempat permandian bagi turis-turis dan tentu saja untuk masuk ke kolam pemandian tersebut dikenakan biaya.

5. LAODICEA

 Gereja Laodicea merupakan sebuah komunitas kristen yang didirikan di kota tua Laodicea (di sungai Lycus, di Propinsi Roma di Asia Minor). Gereja ini didirikan pada masa awal kekristenan dan sangat terkenal sebagai salah satu dari 7 gereja dalam Kitab Wahyu (Wahyu. 3. 14-21).

Komunitas Kristen di kota ini  berhubungan dekat dengan Kolose (yang juga berada di Lembah Lycus, sekitar 11 mil jauhnya). Laodicea disebutkan sebanyak 5 kali dalam perjanjian baru , Surat kepada jemaat di Kolose. Dalam surat kepada Jemaat di Kolose, Paulus mengirimkan pesan untuk Laodicea melalui Kolose kepada Nympha dan gereja dalam rumahnya (Kol. 4:15). Paulus menambahkan pesan kepada Archippus, yang kemungkinan juga berasal dari Laodicea (Kol. 4:17) dan dia meminta Jemaat Kolose untuk menukarkan suratnya dengan surat yang ia tulis kepada Jemaat di Laodicea (Kol. 4:16). Jika surat kepada Jemaat Kolose asli berasa dari Paulus, maka hal ini mengindikasikan kehadiran Kristen di Laodicea pada awal masa 50 M. Hal ini juga mengindikasikan bahwa Laodicea (seperti Kolose) bukan diajarkan oleh Paulus, tetapi kemungkinan oleh muridnya, Epaphras.

Dalam penglihatan Yohanes, yang ditulis dalam Kitab Wahyu, Kristus menyuruh Yohanes untuk menulis pesan kepada 7 gereja di Asia Minor. Pesan kepada Jemaat di Laodicea merupakan salah satu penghakiman dengan panggilan untuk bertobat. Sabda tersebut mengandung banyak kritikan yang berupa kiasan.
Setelah masa itu, telah diadakan Konsili Laodicea pada tahun 363-364 M, walau tanggalnya masih diperdebatkan. Pada Konsili Chlacedon tahun 451 M, telah menyetujui peraturan Gereja dalam Konsili Laodicea ini, yang dijadikan Ekumenis.

6. HIERAPOLIS
 
Kota Hierapolis didirikan pada abad ke-2 sebelum masehi. Lapisan tanah dari kota ini merupakan batu kapur berwarna keputihan, yang memiliki lebar  sekitar 2700 m dan tingginya 160 m. Kota ini dapat dilihat dari bukit berlawanan arah dari lembah di kota Denizli, sekitar 20 km jauhnya. Hierapolis ditemukan oleh Raja Pergamon Telephos yang dinamakan sesuai nama istrinya, Hiera. Hierapolis dapat diartikan sebagai Kota Suci, hal ini dikarenakan pada zaman Byzantium di kota ini banyak terdapat kuil-kuil. 

Kota ini pada abad ke-2 dan ke-3 merupakan kota yang maju karena adanya kehadiran komunitas Yahudi yang pertama kali memfasilitasi penyebaran agama Kristen. Pada zaman Byzantine kota ini menjadi tempat keuskupan dari Gereja Kristen besar yang didekasikan kepada St. Philip yang menjadi martir pada tahun 80 masehi. Kota ini pulih dari wabah penyakit epidemik yang parah pada akhir abad ke-2 dan Kaisar Konstantin Agung memberikan kehormatan kepada kota ini sebagai ibukota dari daerah Phrygian. Kota Hierapolis, seperti kota-kota lainnya telah dihancurkan pada masa perang Salib dan Invasi Mongol pada abad ke 12. Kota ini tidak pernah dibangun lagi setelah ditimpa gempa bumi pada tahun 1219 dan sampai sekarang diabaikan.

7. EPHESUS
 
 Ephesus merupakan kota kuno Yunani di pantai Barat Anatolia, dekat dengan Selcuk, Propinsi Izmir, Turki. Kota ini sangat terkenal dengan adanya Kuil Artemis yang selesai dibangun pada tahun 550 sebelum masehi dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno. Kuil Artemis ini telah dihancurkan pada tahun 401 masehi oleh St. John Chrysostom. Kaisar Konstantine I membangun kembali kota ini dan mendirikan tempat permandian umum. Kota ini sebagian besar hancur akibat gempa bumi tahun 614 masehi. Kota ini menjadi pusat perdagangan yang penting, tapi mengalami kemunduran akibat dari tertimbunnya pelabuhan oleh lumpur dari Sungai Cayster.

Ephesus merupakan salah satu dari 7 Gereja di Asia Minor dalam Kitab Wahyu (2:1-7). Injil Yohanes kemungkinan ditulis disini. Daerah ini juga merupakan kuburan dari Gladiator. Kota Ephesus ini merupakan pusat kota yang penting pada awal masa Kekristenan, mulai tahun 50an masehi, St. Paulus pernah tinggal disini, bekerja dengan kongregasi dan mengatur penyebaran agama sampai ke daerah pedalaman. Dia bertengkar dengan para artis, yang nafkahnya tergantung dari penjualan patung Artemis di kuil Artemis. (Kis. 19:23-41). Ia menulis surat Korintus I dari Ephesus antara tahun 53-54 masehi (kemungkinan dari Menara Paulus didekat pelabuhan, dimana ia pernah ditawan dalam waktu singkat). Kemudian Paulus menulis kepada Jemaat Kristen di Ephesus, menurut tradisi, dimana ia menjadi tawanan di Roma sekitar tahun 62 masehi.

Setelah dua dekade lebih, Gereja di Ephesus masih merupakan gereja yang cukup penting, tertulis dalam surat yang ditulis oleh Uskup Ignatius dari Anthiokhia kepada jemaat di Ephesus pada awal abad ke-2 masehi. Dalam surat tersebut, diawali dengan kata-kata sebagai berikut :  “Ignatius, yang juga dipanggil Theophorus, kepada Gereja yang berada di Ephesus, di Asia, layak menjadi paling bahagia, sangat diberkati dengan kebesaran dan kebaikan Tuhan, Bapa dan ditakdirkan lebih dulu sebelum permulaan waktu, hal ini selalu menjadi kemuliaan kekal dan tidak dapat diubah" (Surat kepada Jemaat di Ephesus). Gereja di Ephesus telah mendapat dukungan dari Ignatius, yang dibawa ke Roma untuk dieksekusi.


Rumah dari Bunda Maria di Ephesus terletak sekitar 7 km dari daerah Selcuk, yang dipercayai sebagai rumah terakhir dari Bunda Maria, Ibu Yesus. Tempat ini menjadi tempat yang populer karena kunjungan dari 3 Paus terakhir. Gereja Maria dekat dengan pelabuhan di Ephesus dimana disini diadakan Konsili Ekumene yang ke-3 pada tahun 431 masehi, yang mengukuhkan kedudukan Maria bahwa Maria adalah adalah benar-benar Bunda Tuhan (Theotokos). Konsili Ephesus ke-2 diadakan pada tahun 449, tapi berakhir kontroversial dan tidak pernah diakui oleh Katolik dan disebut juga sebagai Konsili Ephesus Penyamun. 

Di Bulbul dag (Gunung Nightingale) terdapat rumah dari Perawan Maria yang dipercayai bahwa ia menghabiskan sisa hidupnya dan meninggal di sana. Dia datang ke Ephesus bersama dengan St. Yohanes dan dibawa ke gunung Panaghia Kapulu untuk bertahan dari kekejaman Romawi. Rumah ini telah dihancurkan oleh beberapa gempa bumi dan baru ditemukan sampai tahun 1951oleh Biarawati Jerman Catherine Emmerich, yang melihat dalam visinya. Tempat ini dikenal sebagai tempat suci oleh Vatikan. Sekarang ini rumah dari Perawan Maria telah direnovasi oleh Yayasan George Quatman dari Ohia dan menjadi sebuah gereja kecil yang menarik bagi umat Kristiani begitu juga umat Muslim yang datang berdoa kepada Bunda Maria. Misanya diadakan setiap hari Minggu. Pada tanggal 15 Agustus tahun 2000, telah diadakan upacara untuk memperingati Perawan Maria.

Perpustakaaan Celcus, dibangun sekitar 125 masehi oleh Gaius Julius Aquila untuk mengenang ayahnya dan terdapat kurang lebih 12.000 gulungan kertas/kulit naskah kuno. Bagian depannya dikonstruksi ulang dari serpihan-serpihan aslinya. Dengan desain pintu masuk yang sangat megah, sehingga menambah ukuran gedungnya, spekulasi begitu banyak sejarahwan. Gedung ini menghadap ke timur, sehingga ruang bacanya mendapatkan penerangan sinar matahari pagi.

Bagian dari Basilika St. Yohanes di Ephesus, dibangun pada abad ke 6 masehi, dibawah kekuasaan Kaisar Justinian I, diperkirakan dibangun di atas kuburan Rasul Yohanes. Basilica ini terletak di lereng bukit Ayasoluk dekat dengan pertengahan Selcuk, tepat dibawah benteng sekitar 3.5 km dari Efesus. 

Kuil Artemis di Ephesus merupakan tempat yang dapat dikunjungi di Ephesus disamping Gereja St. Yohanes. Kuil ini dibangun pada tahun pertama periode Archaic (8 SM), yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia, yang ditopang oleh 127 gaya kolum ionik dengan dimensi 55x115 m (180x377 kaki). Beberapa dasar dari kolum dihiasi oleh desain ukiran timbul. Kolum ini terungkap menjelang pencarian arkeologi oleh Museum Inggris tahun 1870-an. Pada tahun ke 356 SM pada malam kelahiran Alexander Agung, Kuil ini dihancurkan oleh seorang gila yang bernama Herstatus yang menginginkan agar namanya dikenang di masa depan. Lalu direkonstruksi lagi oleh warga Ephesus. Beberapa pecahan dari dinding atas dan beberapa yang ditemukan telah dipindahkan ke London dan beberapa ke Museum Arkeologi di Istanbul.

8. NICEA ( Iznik / Nikea )
 
Iznik yang disebut juga Nicea merupakan sebuah kota di Turki yang dikenal sebagai tempat diadakannya Konsili Eukemenis Universal Pertama dari 7 Konsili Eukemenis Universal dalam sejarah awal Gereja Purba. Konsili yang pertama disini diadakan karena munculnya bidat Arianisme dari Alexandria di Mesir, yang mengajarkan bahwa Yesus hanyalah ciptaan biasa saja. Jadi di masa Byzantine inilha, Kaisar Konstantinopel mengadakan Konsili Ekumene Pertama tersebut di Iznik, Nikea pada tahun 325 AD. Dalam konsili tersebut dihadiri oleh 300 uskup, untuk mencari sebuah solusi mengatasi kontroversi terhadap Ketuhanan dari Yesus. Setelah itu Kaisar Irene mengadakan Konsili yang ketujuh di Iznik pada tahun 787 AD yang dihadiri oleh 367 Uskup.

Pada akhir masa Konsili ke-19 yang diadakan di Vatikan pada tahun 1962, Iznik dideklarasikan sebagai salah satu kota suci ke tiga setelah Jerusalem dan Vatican. Di kota ini juga terdapat The Hagia Sophia dan City Walls of Nicea dan Museum Arkeologi.

9. SMIRNA (Izmir / Smyrna)

Di tempat ini terdapat Gereja St. Polycarpus yang merupakan gereja tertua di Izmir yang dibangun pada tahun 1625 dengan izin dari Sultan Suleyman dari Kaisar Ottoman atas  permintaan Raja Perancis Louis ke-13. Gereja ini didedikasikan untuk St. Polycarpus yang merupakan Uskup dari kota Smyrna. Beliau terkenal dengan ucapannya sebelum dihukum mati : Beliau terkenal dengan ucapannya sebelum dihukum mati : “Delapan puluh enam tahun aku telah mengabdi padaNya, sampai saat ini Dia tidak pernah mengecewakanku. Bagaimana sekarang aku dapat menyangkalNya, Raja yang menyelamatkanku?” St. Polycarpus dibunuh oleh orang Romawi pada tahun 155 AD, pada usia 86 di Stadium dekat Kadifekale. Gereja ini sangat rusak akibat dari gempa bumi dan kebakaran pada abad ke-17 dan telah dipugar pada masa itu. Di dalam gereja, di sebelah altar terdapat potret dari Raymond Pere, seorang arsitek Levantine dari Clock Tower di daerah Konak.

10. ISTANBUL ( Konstantinopel )
 
HAGIA SOPHIA
Hagia Sopia yang artinya Kebijaksanaan Kudus, merupakan gereja asli berbentuk basilika yang berasal dari abad ke-4. Gereja ini pernah terbakar dua kali. Pada tahun 537 AD Kaisar Justinian membangunnya kembali dengan struktur yang tahan api. Hagia Sophia telah menjadi gereja Kristen selama 1000 tahun sampai ketika tahun 1453, kota Konstantinopel jatuh ke tangan Muslim dan merubah Gereja ini menjadi masjid, sekaligus mengganti nama Konstantinopel menjadi Istanbul. Pada tahun 1935, pada pemerintahan Kemal Ataturk, bangunan ini akhirnya dirubah menjadi museum umum.

THE BLUE MOSQUE
Blue Mosque atau yang dikenal dengan Masjid Biru, dibangun pada tahun 1609 dan selesai pada tahun 1616. Masjid ini dibangun diatas daerah yang dahulunya adalah hipodrome (tempat pacuan kuda) dan sebagian lagi berada di area yang dahulunya adalah Istana Imperial Byzantium. Pembangunan masjid ini adalah atas prakarsa dan perintah dari Sultan Ahmet I, beliau memerintahkan seorang Arsitek bernama Mehmet Aga untuk mengkonstruksi mesjid ini untuk dapat berkompetisi dengan bangunan Hagia Sophia yang terletak tepat diseberangnya. Mesjid ini memiliki 7 menara dan 260 jendela.

TOPKAPI PALACE
Yang memprakarsai pembangunan Istana Top Kapi adalah Sultan Mehmet II, tepat diatas tempat yang dulunya merupakan daerah Acropolis Byzantium.  Pembangunan ini dilakukan pada sekitar tahun 1500 AD. Setelah itu Sultan Ottoman melanjutkan pembangunannya yang belum selesai.. Tempat ini merupakan tempat tinggal Sultan yang berkuasa saat itu, beserta para istri dari Sultan dan juga selir-selirnya (Harem). Keluarga Kerajaan tinggal di tempat ini sampai tahun 1909. Saat ini istana Top Kapi telah menjadi museum yang dibuka untuk umum, dimana di tempat ini dipamerkan berbagai macam barang-barang kekayaan sisa peninggalan kejayaan Kesultanan Turki Ottoman.

Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...