10 Tipe dan Macam-Macam Traveler di Dunia

10 Tipe dan Macam-Macam Traveler di Dunia, Travelers, masih suka jalan-jalan kan? Sudah keliling mana saja nih? Di dunia ini, banyak orang yang suka melakukan perjalanan, jalan-jalan, wisata, baik itu sendiri, berombongan, maupun couple, berpasangan.

Semakin populernya gaya hidup Traveling, kali ini kami mencoba mengindentifikasi paling tidak ada tiga jenis pelancong berdasarkan cara mereka melakukan perjalanan. Rata-rata traveler mengenal istilah budget traveler (sebutan untuk wisatawan yang melakukan wisata hemat), medium pace traveler (traveler dengan budget kelas menengah), maupun backpacker. Istilah-istilah itu biasa digunakan untuk mengklasifikasikan jenis maupun tipe perjalanan yang dilakukan oleh seorang wisatawan. Namun tahukah kalian jika traveler pun bisa dibagi dalam beberapa tipe lainnya jika dilihat dari cara mereka menikmati maupun melakukan traveling. Coba intip beberapa tipe traveler yang saya rangkum dari berbagai sumber ini. Menurut kalian, kalian termasuk tipe traveler yang mana?



Kali ini BackpackerUmrah.com mencoba mengindentifikasi paling tidak ada tiga jenis pelancong berdasarkan cara mereka melakukan perjalanan:

Turis,menurut oxforddictionaries.com adalah “A person who is travelling or visiting a place for pleasure.” Bisa dibilang mereka adalah tipe yang memilih perjalanannya semewah mungkin, dan seringkali menggunakan jasa biro pariwisata untuk membantu mereka diperjalanan. Tipe ini cenderung mengunjungi lokasi-lokasi ‘mewah’ untuk berbelanja dan jarang sekali mendalami budaya setempat lebih dalam.

Backpacker, Wikipedia memaparkan bahwa, “Backpacking is a form of low-cost, independent international travel.” Dalam pengertian sederhananya, Backpacker adalah traveler yang mencintai kebebasan perjalanannya tanpa terikat waktu dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari setiap aspek ekonomi, sosial, budaya, atau lingkungan pada destinasi yang dikunjunginya. Akan tetapi, perlu diingat prinsip utama perjalanan backpacker adalah sangat berorientasi kepada anggaran (budget oriented) sehingga dibutuhkan perencanaan perjalanan matang sesuai budget yang dimilikinya. Budget minim bukan berarti mereka tak punya, tetapi menjadi semacam obsesi untuk melakukan perjalanan seirit mungkin dan bertemu beberapa orang dengan minat yang sama guna membangun jaringan komunitas backpacker.

Flashpacker, menurut thetravelist.net ,”a flashier version of a backpacker who keeps costs down by taking trains and group carriers, but spends a little more dough by staying at single room hostels with more amenities. Kaum Flashpacker lebih moderat dari Backpacker dalam hal pengontrolan anggaran karena lebih berorientasi kepada tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak dicari (experienced oriented). Dengan begitu, Flashpacker bersikap sangat time conscious atau berusaha bijaksana dalam memanfaatkan waktu perjalanannya supaya tidak terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan experienced oriented, sekalipun berarti harus mengeluarkan dana ekstra. Bagi Flashpacker, anggaran bukanlah yang terpenting. Akan tetapi, Flashpacker tetap berbagi prinsip dan semangat yang sama dengan Backpacker untuk mengeksplorasi dan mendalami suatu destinasi dengan sebaik-baiknya. Secara keseluruhan konsep perjalanan Flashpacking memiliki empat karakter: Self Organized, Experience Oriented, Value Convenience & Comfort dan Time Conscious.

Sedangkan, Ini Dia 10 Tipe dan Macam-Macam Traveller dilihat dari cara mereka menikmati maupun melakukan traveling atau kunjungan wisata:

1.Petualang sejati

Traveler tipe ini menyukai segala kegiatan yang bernuansa alam dan alami. Mereka cepat beradaptasi dengan segala situasi, siap menghadapi segala resiko, dan juga sangat mengenal aneka tempat yang mereka kunjungi (sehingga terkadang mereka bisa juga disebut ‘the know-it-all”Tak hanya soal menjelajah alam, petualang sejati ini juga menyukai lingkungan yang bernuansa budaya, berkarakter independen, penuh rasa ingin tahu, dan open-minded sehingga mudah menyerap hal-hal baru. Terkadang akomodasi yang dipilihnya pun yang memiliki ‘tantangan’ tersendiri seperti homestay, perkemahan, maupun backpacker hostel. Tempat wisata kesukaannya antara lain perkemahan, museum, mendaki gunung, tempat konservasi alam, dan sejenisnya.

2.Penjelajah budaya

Mirip dengan petualng sejati, bedanya traveler tipe ini suka mengeksplorasi budaya. Dia sangat suka bersentuhan dengan nilai-nilai lokal di suatu wilayah, dan sangat tertarik mempelajari budaya unik yang ada di tempat yang dikunjunginya. Cultural explorer ini hobi mengunjungi dalam berbagai event lokal seperti aneka festival, dan bahkan tak segan untuk berpartisipasi di dalamnya. Sehingga tak heran jika dia suka sekali berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, menghadiri berbagai event budaya, hangout di museum, maupun menginap di hostel untuk bertemu dengan traveler lainnya.

3.Pencari kebebasan

Jenis traveler yang kerap mencari tantangan tersendiri dalam hal yang dia inginkan, khususnya untuk hal-hal bersifat keduniawian. Tipe traveler jenis ini sangat suka bersenang-senang, punya energi yang berlebih untuk melakukan apapun yang disukai, menyukai hal-hal yang bernuansa eksotis, dan cenderung punya karakter sosial yang tinggi. Traveler jenis ini mudah ditemukan di hotel mewah, kelompok tour, night club, maupun berbagai tempat wisata.

4.Pecinta budaya dan sejarah

Berbeda dengan penjelajah budaya yang hobi mengenal nilai-nilai lokal dari tempat yang dikunjunginya, tipe traveler ini suka mencari tahu sejarah dan budaya yang diketahuinya, maupun menggali informasi tentang sejarah dan budaya di suatu tempat. Jadi, bepergian dianggapnya sebagai penyaluran atas hobinya dalam hal sejarah maupun budaya (maksudnya dia lebih tertarik dengan hal-hal bersifat fakta dibanding aspek sosial). Dia lebih suka bepergian sendiri atau dalam group kecil saja. Traveler jenis ini mudah ditemukan di berbagai museum, galeri, festival, situs bersejarah.

5.Gentle explorer

Jenis traveler yang menyukai suasana dan lingkungan yang aman dan nyaman. Traveler jenis ini enggan pergi ke tempat yang kurang dikenal sehingga tak menutup kemungkinan dia akan kembali ke tempat-tempat yang pernah dikunjungi karena merasa familiar dengan tempat tersebut. Dengan kata lain, traveler jenis ini memiliki kepribadian yang konservatif, tradisional, dan pemilih; dan bisa juga dimasukkan dalam kategori sebagai ‘the repeater’. Dia mudah ditemukan di berbagai obyek wisata besar, bersantai di kolam hotel, menikmati spa, dan hanya berminat dengan tur yang terorganisir dengan baik.

6.Penjelajah sejarah diri sendiri/pencari jati diri

Tipe traveler yang suka bepergian dengan penuh gaya, cinta kenyamanan dan juga keamanan. Traveler jenis ini memiliki pemahaman yang tinggi akan akar budayanya, senang mencari informasi akan leluhurnya, senang berbagi dengan teman dekat/keluarga, dan tak keberatan membayar lebih mahal untuk dapat yang terbaik. Ada juga yang menyebut traveler jenis ini dengan tipe eat, pray, love (merujuk pada judul film yang dibintangi oleh Julia Roberts), yaitu jenis traveler yang suka mencari jati dirinya. Dia mudah ditemukan di berbagai tempat wisata besar, restoran ternama, hotel mewah, pusat perbelanjaan, kelompok wisata yang punya jadwal terstruktur, dan juga di museum.

7.Wisatawan praktis (anti ribet)

Traveler jenis ini suka mencari ketenangan dan kesederhanaan untuk melarikan diri dari rutinitas harian. Jenis traveller yang hobi menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, senang beraktifitas outdoor bersama keluarga, tak punya jadwal yang tetap, dan bisa pergi wisata kapanpun dia mau. Dia pun lebih suka bepergian dalam durasi waktu yang singkat, pokoknya asal bisa lepas sejenak dari rutinitas harian. Karakter traveller jenis ini orangnya fleksibel, rasional, penuh energi, dan berpikiran terbuka. Dia suka menghadiri festival, pergi ke museum, taman, maupun bioskop.

8.Rejuvenator

Tipe rejuvenator ini mirip-mirip dengan wisatawan praktis, namun dia lebih total dalam menjalani wisata dan bisa memutuskan hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar dia bisa betul-betul beristirahat, bersantai, dan saat periode wisata berakhir, dia sudah siap kembali ke rutinitas harian. Jenis traveler ini kadang-kadang saja pergi ke tempat-tempat yang familiar maupun mengunjungi saudara, dan walaupun dia suka mencoba tempat-tempat yang menarik, dia tetap menginginkan jadwal liburan yang santai, dan sama sekali tak mau kerja saat liburan. Dia mudah ditemukan di restoran hotel, spa, kasino, resort keluarga, tur yang terorganisir, maupun tempat wisata.

9.Wisatawan virtual

Sepertinya banyak yang termasuk dalam tipe ini, khususnya di era sekarang yang memungkinkan kita untuk ‘menjelajah dunia’ tanpa harus meninggalkan kursi yang empuk dan nyaman di rumah. Ya, jenis traveller yang jarang bepergian karena menyukai suasana nyaman di rumah. Kurang suka dengan tempat-tempat yang kurang pasti maupun tempat yang memiliki perbedaan budaya terlalu jauh dengan budaya sehari-hari. Dia suka mengeksplorasi komunitas, lebih suka jadwal tur yang fleksibel, dan jarang pergi jauh dari rumah. Tak heran jika dia mudah ditemukan di event keluarga, motel, cottage, maupun kasino.

10.Sex Traveller

Sepertinya Hal Ini Tabu Untuk Di Bicarakan, Akan Tetapi Anda Sudah Dewasa dan Dapat Mengetahui Mana Yang Baik Maupun Yang Buruk. Biasanya Sex Traveller Mencari Spot-Spot Diskotik dan Dunia Malam Serta Pasangan One Stand Night.

Itu baru tipe traveller jika dilihat dari jenis kepribadiannya dan juga minatnya dalam berwisata. Sebetulnya banyak yang membagi tipe traveller dalam beragam jenis lainnya, misalnya jika dilihat dari destinasi wisatanya (contoh: sun seeker, high-end tourist, sport tourist, dll), caranya menikmati/melakukan traveling (contoh: budget traveller, no-expense traveller, chiller, super technology, dll), dan banyak lagi. Tapi rasanya 10 tipe di atas termasuk tipe-tipe yang paling umum. 
Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...