Cara Naik Haji Backpacker Murah dan Hemat

Bagaimana Cara Naik Haji Secara Backpacker Ke Saudi Arabia Menggunakan Visa Ziarah Atau Visa Haji Negara Luar.

Cara Naik Haji Backpacker Murah dan Hemat, Mengenal Definisi Pengertian Haji Backpacker , Haji Backpacker merupakan Salah Satu Hal Yang Mustahil Jika di Lakukan di Indonesia, Akan Tetapi Berbagai cara, yang halal tentunya, dilakukan orang untuk bisa menunaikan ibadah haji. Salah satunya, dengan melakukan haji backpaker atau wisata beransel. Lewat media sosial, sebuah organisasi mengajak calon jamaah haji untuk berhaji bersama dengan cara backpacker. Apakah Kamu Sudah Tahu 7 Tips Cara Cepat Naik Haji Tanpa Antri



Berbeda dengan Umroh Backpacker, Sebuah blog bernama Hajj Backpacker Korea mengajak masyarakat Indonesia untuk berhaji bersama secara backpacker. Namun, calon jamaah haji Indonesia tidak bisa langsung menuju tanah suci, mereka harus terbang ke Korea Selatan terlebih dahulu. Dari sanalah, jamaah calon haji akan bersama-sama menuju Mekah.

Haji adalah ibadah spesial yang hanya diwajibkan bagi yang mampu, karena berhaji tidak diwajibkan oleh Allah kepada orang yang tak mampu. Dan di antara hikmah haji yang besar adalah bahwa mereka seperti dilahirkan kembali untuk menjadi orang yang ikhlas dan rela berkorban untuk lebih mendekatkan diri untuk mempelajari agama Allah.  Oleh karenanya, menunaikan ibadah haji haruslah berbekal ilmu, bukan berbekal nekad. Dengan ilmu mereka bisa menunaikan ibadah haji dengan tertib dan memenuhi syarat, rukun dan wajib haji. Selain Korea Selatan Ada Juga Tips dan Panduan Cara Naik Haji dari Thailand

Meski Demikian, khusus untuk Haji Backpacker, jauh-jauh hari pemerintah Arab Saudi melalui Kementrian Dalam Negeri yang dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Prince Naif bin Abdulaziz telah melarang warga Arab Saudi maupun warga asing pergi haji tanpa tasreh. Tasreh adalah ijin resmi pergi haji dari pemerintah Arab Saudi seperti yang dicontohkan pada gambar di bawah ini.

Dengan biaya haji backpacker sekitar Rp 26,5 juta, umat muslim sudah bisa menuju rumah Allah. Biaya ini sudah termasuk tiket pergi pulang Seoul-Jeddah, biaya pembuatan visa haji, biaya vaksin, biaya pembayaran otoritas haji di Jeddah, akomodasi dan transportasi selama 8 hari di Arab Saudi, serta pakaian ihram. Namun demikian, ini belum termasuk tiket dan visa ke Korea yang diperkirakan mencapai Rp 8 juta. Jadi, total biaya diperkirakan Rp 34,5 juta.

Kampanye pemerintah Arab Saudi dengan tema “No Hajj Without Hajj Permit” yang sangat gencar dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi menjelang pelaksanaan ibadah haji seharusnya mampu menyadarkan kita sebagai WNI yang mukim di Arab Saudi, akan bahayanya berhaji secara ILLEGAL. Apalagi kampanye tersebut dilakukan secara masiv dan dimuat di berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Hal ini tentunya lebih murah dibandingkan dengan biaya haji reguler yang berkisar Rp 40-Rp 50 juta. Selain murah, tentu ada kesenangan berbeda yang didapatkan dari berhaji ala backpacker. Pengalaman perjalanan tentu lebih menyenangkan. Ditambah lagi, bisa singgah sejenak di Korea. Namun demikian, haji backpacker kurang cocok untuk orang yang lanjut usia. Bagi yang berjiwa muda, tentunya haji backpacker memberikan keasyikan tersendiri.

Banyaknya pejabat-pejabat penting pemerintah Arab Saudi yang turut mengkampanyekan larangan berhaji secara ILLEGAL menunjukkan bahwa masalah haji ILLEGAL telah menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan. Hukuman bagi yang melanggar larangan tersebut adalah di penjara dan dideportasi bagi warga asing. Sedangkan bagi warga Arab Saudi selain dipenjara juga dikenakan denda. Baca Artikel Haji Backpacker Tanpa Izin Dosa Besar

Selain pemerintah, Ulama-ulama besar Arab Saudi juga melarang warga muslim yang menunaikan ibadah haji tanpa ijin resmi dari pemerintah (tasreh). Menurut Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh, pergi haji tanpa tasreh hukumnya adalah haram dan bisa mengakibatkan hajinya tidak sah. Membantu orang lain untuk menunaikan ibadah haji tanpa ijin juga merupakan pelanggaran berat karena menentang hukum negara.

Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh, juga menegaskan seperti yang tercantum di dalam Al-Qur’an telah mewajiban kepada setiap muslim di seluruh penjuru dunia untuk taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan taat kepada para pemimpin.

“Hai orang-orang yg beriman, taatlah kamu kpd Allah dan taatlah kpd Rasul serta para pemimpin di antara kalian ..” (Al Qur’an Surat: An Nisaa: 59).
“Barangsiapa yg taat kepada pemimpin maka dia taat kepadaku dan barangsiapa yg maksiat kepada pemimpin maka dia maksiat kepadaku“. (Hadis Riwayat: Bukhari-Muslim).

Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh juga mengatakan bahwa tujuan pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan kuota haji adalah untuk menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kekhusyukan para jamaah haji yang merupakan tamu Allah. Pembatasan kuota haji juga untuk memudahkan manajemen dan memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah haji. Jadi sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk melaksanakan dan mentaati aturan dari pemerintah Arab Saudi ini

Apabila Kamu Tidak Bisa Melakukan Haji Kamu Bisa Juga Melakukan Badal Haji Apa Sih Definisi Pengertian Badal Haji Menurut Islam?
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
15 July 2015 at 10:15 delete

KISAH SUKSES SAYA NAIK HAJI DI THN 2014 BERKAT BANTUAN BPK ABDUL DJAMIL DI KAMENAG PUSAT NO HP BELIAU 0852-3042-5444

Assalamualaikum wr-wb mohon maaf sebelum’nya kepada sdr/i sebelum’nya saya ingin berbagi cerita kepada anda mengenai KISAH SUKSES SAYA NAIK HAJI tahun kemarin, selama 5 tahun saya menunggu berita panggilan saya melalui kamenag kabupaten tapi tak kunjung ada berita panggilan dari kabupaten, tapi sewaktu itu saya sempat curhat sama teman bisnis saya dan secara kebetulan rekan bisnis saya ada keluarga di kamenag pusat salah satu pejabat di kamenag beliau selaku direktur jenderal penyelenggaraan haji dan umroh atas nama ABDUL DJAMIL, alhamdulillah setelah saya hubungi beliau dan saya mencerita’kan kisah pengapdian saya untuk selama ini dan alhamdulillah beliau memberi’kan arahan utuk mengirim contoh berkas saya yang sudah masuk'kan di kamenag kabupaten bojonegoro untuk di kirim ke kantor beliau di kamenag dan tidak lama kemudian saya sudah dapat nomor porsi awal dan akhir melalui kamenag kabupaten bojonegoro dan alhamdulillah sekarang saya sudah naik haji di thn 2014 kemarin berkat bantuan bpk ABDUL di KAMENAG PUSAT, no hp beliau 0852-3042-5444

Reply
avatar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...