Haji Backpacker Tanpa Izin Dosa Besar

Bagaimana Hukum Haji Backpacker Jika Kita Tidak Mendapatkan Izin dari Pemerintah Saudi Arabia? Apakah Dosa Besar?

Haji merupakan salah satu ibadah spesial yang hanya diwajibkan bagi yang mampu, karena berhaji tidak diwajibkan oleh Allah kepada orang yang tak mampu. Dan di antara hikmah haji yang besar adalah bahwa mereka seperti dilahirkan kembali untuk menjadi orang yang ikhlas dan rela berkorban untuk lebih mendekatkan diri untuk mempelajari agama Allah.  



Oleh karenanya, menunaikan ibadah haji haruslah berbekal ilmu, bukan berbekal nekad. Dengan ilmu mereka bisa menunaikan ibadah haji dengan tertib dan memenuhi syarat, rukun dan wajib haji.

Kamu Tentunya Sudah Membaca Artikel Bermanfaat Lainnya Kan?

Definisi Pengertian Haji Backpacker
Tips Cara Cepat Naik Haji Tanpa Antri
Tips Cara Naik Haji dari Thailand
Haji Backpacker Tanpa Izin Dosa Besar
Definisi Pengertian Badal Haji Menurut Islam
Tips Cara Naik Haji Backpacker Murah dan Hemat

Cara Naik Haji Backpacker Murah dan Hemat - Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh juga mengatakan bahwa tujuan pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan kuota haji adalah untuk menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kekhusyukan para jamaah haji yang merupakan tamu Allah. Pembatasan kuota haji juga untuk memudahkan manajemen dan memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah haji. Jadi sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk melaksanakan dan mentaati aturan dari pemerintah Arab Saudi ini 

Sungguh sangat disayangkan jika ada umat muslim yang menunaikan haji secara ILLEGAL hanya modal nekad dan meninggalkan syarat, rukun dan wajib haji. Akibatnya, bukan pahala haji yang mereka dapatkan tapi justru dosa dan kewajiban membayar DAM (denda) yang mereka peroleh.

Setiap orang yang telah menunaikan ibadah haji tentu ingin hajinya di terima (MABRUR). Karena Allah telah menjanjikan bahwa pahala haji mabrur adalah Surga. Secara umum ada beberapa kriteria untuk mendapatkan haji mabrur di antaranya

- Hajinya harus ikhlas semata-mata kerana Allah dan tidak riyak

- Uang untuk ibadah haji bersumber dari yang halal

- Memenuhi syarat, rukun dan wajib haji seperti diajarkan oleh Rosulullah

- Berhaji dengan mentaati segala tata cara berhaji tanpa meragukannya

Kampanye pemerintah Arab Saudi dengan tema “No Hajj Without Hajj Permit” yang sangat gencar dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi menjelang pelaksanaan ibadah haji seharusnya mampu menyadarkan kita sebagai WNI yang mukim di Arab Saudi, akan bahayanya berhaji secara ILLEGAL. Apalagi kampanye tersebut dilakukan secara masiv dan dimuat di berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Banyaknya pejabat-pejabat penting pemerintah Arab Saudi yang turut mengkampanyekan larangan berhaji secara ILLEGAL menunjukkan bahwa masalah haji ILLEGAL telah menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan. Hukuman bagi yang melanggar larangan tersebut adalah di penjara dan dideportasi bagi warga asing. Sedangkan bagi warga Arab Saudi selain dipenjara juga dikenakan denda.

Selain pemerintah, Ulama-ulama besar Arab Saudi juga melarang warga muslim yang menunaikan ibadah haji tanpa ijin resmi dari pemerintah (tasreh). Menurut Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh, pergi haji tanpa tasreh hukumnya adalah haram dan bisa mengakibatkan hajinya tidak sah. Membantu orang lain untuk menunaikan ibadah haji tanpa ijin juga merupakan pelanggaran berat karena menentang hukum negara
Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...