Umroh Hemat dan Murah Ala Backpacker

Umroh Hemat dan Murah Ala Backpacker Jamaah dan Masyarakat Indonesia dengan Budget Terbatas dapat Melakukan Cara Alternatif untuk Melaksanakan Umroh.

Program Umroh Backpacker Merupakan terobosan yang benar-benar ekonomis, program ini dirancang bagi mereka yang berjiwa petualang dan benar-benar mengutamakan ibadah Akan Tetapi Tidak Meninggal Esensi Nilai Ibadah Itu Sendiri. 

Besarnya antusias, kans dan keinginan kaum muslim di seluruh penjuru dunia untuk mengunjungi Baitullah yang berada di kota Makkah al Mukarramah terkadang menimbulkan sesuatu ide tersendiri yang berbeda agar niat keberangkatan mereka ke tanah suci tidak terhalang oleh faktor biaya.

Para jamaah mendapatkan kesempatan beribadah di tanah suci selama 11 - 14 hari penuh dengan harga jauh di bawah paket standar.


Ibadah Umrah yang seharusnya memakan banyak biaya bisa di minimalisir kan dan dihindari dengan mengurangi fasilitas yang tidak terlalu dibutuhkan. sehingga budget dan biaya untuk berumroh dapat di kurangi se efisien mungkin.

Sehingga ditemukanlah sebuah ide dan terobosan baru yang sering disebut dengan "Umroh Hemat dan Murah Ala Backpacker " untuk mengunjungi Mekkah Dan Madinah tanpa merogoh kocek yang besar seperti biaya yang ditawarkan oleh tours dan travel umroh yang semakin menjamur di pelosok negeri.

Umroh Hemat dan Murah Ala Backpacker kini menjadi alternatif pilihan bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah umrah, tetapi terkendala masalah biaya jika harus mengambil paket umroh reguler yang ditawarkan oleh biro-biro perjalanan umroh. Apa yang dimaksud dengan umroh secara backpacker?

Umrah sendiri merupakan sebuah kegiatan ibadah yang dilakukan oleh kaum muslim di tempat suci yang bernama Makkah, dimulai dari niat dan mengambil miqot serta diakhiri dengan bertahallul. Ibadah umroh ini sering dijadikan pilihan alternatif ketika menunggu kuota haji yang sangat lama di Indonesia, sedangkan tiap tahun umur semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. 

Umroh Hemat dan Murah Ala Backpacker merupakan umroh mandiri tanpa travel. Artinya, semua hal terkait pelaksanaan ibadah umroh, mulai dari persiapan, pemesanan tiket pesawat dan akomodasi, sampai pelaksanaan ibadah ditentukan dan diurus sediri oleh orang yang ingin berumroh.

Satu-satunya kerja sama yang dilakukan dengan travel umroh hanyalah pembuatan visa. Sebab, visa umroh tidak bisa diajukan perorangan. Visa umroh hanya bisa dikeluarkan melalui melalui travel umroh yang terdaftar di Kementerian Haji Kerajaan Saudi Arabia. Jadi, jika Anda ingin melakukan umroh backpacker, untuk pengurusan visa umroh, Anda tetap harus mengurusnya melalui travel umroh.

Perbedaan antara Umroh Backpacker dan Umroh reguler travel adalah dari segi biaya dan fasilitas, biasanya yang berumroh ala backpacker biayanya bisa diminimalkan antara 5 - 15 juta daripada yang umrah ikut travel plus. Ada Harga Ada Rupa.

Kelebihan dari umroh backpacker ini adalah jamaah bisa mengatur jadwal sendiri dalam melakukan aktivitas selama di tanah suci. seperti contoh jamaah tidak harus menginap hotel di mekkah ataupun madinah, jamaah pun tidak perlu memikirkan jam makan yang telah ditetapkan pihak catering hotel. sehingga jamaah umroh lebih fleksibel dalam beribadah karena bisa membeli makanan sendiri sesuai waktu yang di ainginkan. Intinya, jamaah umroh backpacker bisa menjalankan ibadah sepuasnya di Tanah Suci tanpa atura dari travel. Jika Belum Mengerti Baca 10 Fakta Menarik Mengenai Umroh Backpacker

Biaya Tiket Pesawat Yang Lebih Murah, Namun, berumroh ala backpacker ini bukan tanpa kendala. Efek dari ditekannya biaya menjadi lebih murah akan berakibat pada fasilitas yang didapatkan. Contohnya adalah dari segi tiket penerbangan. biasanya tiket penerbangan murah akan menempuh jarak yang pendek, sehingga untuk sampai ke Tanah Suci dibutuhkan 1 - 5 kali transit pesawat. Negara yang biasanya menjadi tempat bandara transit antara lain Singapore Malaysia, Thailand, Hongkong, Turki, India, Sri Langka, Yaman, Abu Dhabi, Doha, Dubai dan lainnya.

Tahukah Kamu? Pengalaman dari beberapa jamaah umroh backpacker terpaksa harus menunggu 20 jam bahkan tak jarang harus menginap dari satu bandara ke Bandara yang lain tanpa adanya fasilitas yang memadai ketika menunggu penerbangan lanjutan di bandara transit.

Tak banyak yang bisa di lakukan, kecuali hanya menunggu di dalam terminal bandara, karena untuk keluar dari terminal bandara transit hanya sekedar untuk jalan – jalan ataupun mencari hotel terdekat mereka membutuhkan visa negara yang menjadi tempat transit.

Kendala lain yang biasanya ditemukan pada program Umroh Backpacker adalah masalah hotel atau tempat penginapan, untuk jamaah umroh backpacker biasanya lebih memilih budget hotel murah di Makkah dan Madinah yang berjarak jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. biasanya sekitar radius 1 - 10 kilometer. Jauhnya jarak hotel ke masjid akan membuat jamaah capek dan letih ketika ingin ke masjid ataupun pulang dari masjid.

Selain itu, jamaah umroh backpacker juga harus memikirkan sendiri konsumsi selama mereka beribadah, sehingga konsentrasi mereka untuk beribadah secara khusyu'  di Mekkah dan Madinah akan terpecah hanya karena ingin mencari makanan yang sesuai dengan menu ala Indonesia pada umumnya.

Banyaknya keinginan untuk umroh ala backpacker memang dapat dimaklumi. Dengan harga dan fasilitas yang didapatkan para pelaku ibadah ala backpacker ini menuntut ketahanan fisik yang maksimal . Sehingga diharapkan jamaah yang ingin berumroh ala backpacker harus berusia tidak lebih dari 50 tahun dan juga telah dibekali dengan persiapan fisik dan mental yang sempurna.

Untuk mengetahui bagaimana langkah dan cara Umroh Murah Dan Hemat Ala Backpacker silahkan menuju ke link Ini Dia Cara Umrah Murah Tanpa Ikut Travel
Previous
Next Post »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...